您现在的位置是:politik >>正文
mabar888 Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
politik91329人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan ...
Nanti setelah sebulan,mabar888 kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Tags:
相关文章
Barba bertekad lanjutkan tren positif Persib Bandung di GBLA
politikKota Bandung (ANTARA) - Bek Persib Bandung Federico Barba menegaskan timnya bertekad melanjutkan tre ...
【politik】
阅读更多Timnas Indonesia di Grup B Kejuaraan ASEAN Futsal 2026
politikJakarta (ANTARA) - Timnas futsal Indonesia menempati Grup B dalam Kejuaraan ASEAN Futsal 2026 yang k ...
【politik】
阅读更多Jadwal Super League pekan 24: Persebaya vs Persib, Persija vs Borneo
politikJakarta (ANTARA) - Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 memasuki pekan ke-24 dan dijadwalkan m ...
【politik】
阅读更多
热门文章
- PSSI tunjuk Jatim tuan rumah Piala AFF U17 2026
- Barba bertekad lanjutkan tren positif Persib Bandung di GBLA
- Barba bertekad lanjutkan tren positif Persib Bandung di GBLA
- Persik siap hadapi Persis untuk kembali ke jalur kemenangan
- Thom Haye ingin Persib manfaatkan pengalaman dari pertemuan pertama
- Iran klaim gelombang serangan ke
最新文章
-
Lawan PSBS Biak, debut Imran Nahumarury bersama Semen Padang
-
Thom Haye optimistis Persib kalahkan Persik
-
PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
-
Chivu: Inter Milan seharusnya bisa lebih baik kontra AC Milan
-
Gustavo Franca: Malut United siap raih tiga poin hadapi PSM Makassar
-
Persik siap hadapi Persis untuk kembali ke jalur kemenangan